Politik

#GuePilihAniesSandi

Sudah #GuePilihAniesSandi ?

Pemimpin yang mengajak Rakyatnya Bergerak

Sore itu, Sekumpulan anak muda berusia dua puluhan dan beberapa senior yang sedikit lebih tua duduk di sebuah meja. Menunggu seseorang pria yang hampir setengah abad kembali dari aktivitas barunya. Aktivitas berputar mengelilingi Jakarta, melihat Jakarta dan merasakan Jakarta. Kota tempat dirinya berkarya sepulang dari Amerika Serikat, Kota tempat munculnya bebagai gagasan untuk menggerakan anak muda berkontribusi untuk Indonesia.

Pria tersebut memasuki ruangan dan duduk bersama dengan anak-anak muda yang sedari tadi menunggu. Ia membuka percakapan, “Ini itu seperti perjalanan spiritual. Saya kira saya sudah mengenali kemiskinan di Indonesia. Saya sudah pergi ke sudut-sudut Republik, tapi saya belum pernah melihat kemiskinan seperti di Jakarta”.

“Bayangkan, kemiskinan di Jakarta itu berada di antara gedung-gedung tinggi, polusi yang tinggi, kualitas air yang buruk, bahkan mereka hidup bersama orang-orang yang mengalami kesusahan yang sama”. Lanjutnya. Anak-anak muda yang ada di ruangan itu, termasuk saya, mendengarkan dengan serius.

“Kalau di desa, meskipun mereka miskin, mereka bisa masih bisa makan dengan bercocok tanam, mereka mendapatkan udara yang bersih, air yang baik, paling tidak mereka bisa hidup dengan baik. Bisa bertukar sayuran dengan tetangga untuk variasi makanan, bisa merawat ayam. Di Jakarta itu tidak bisa” Mimik muka berubah menjadi serius.

“Jakarta ini sudah terlalu banyak solusi buat warganya, masalahnya ada dieksekusinya. “Saya yakin para ahli sudah tahu caranya menghilangkan kemiskinan, mengurangi banjir, mengurai kemacetan, tapi ya selama ini pemerintah daerah bertindak layaknya superman, bisa benahi semuanya, padahal mestinya para ahli itu dikumpulkan, diajak bicara dan selesaikan semuanya sama-sama bersama rakyat”.

Di titik ini, saya merasa bahwa Ia tidak berubah, Ia adalah Anies Baswedan yang biasanya. Anies Baswedan yang akan mengajak setiap orang kontribusi untuk melunasi janji kemerdekaan.

“Tapi pak, warga Jakarta sudah terbiasa dengan individualismenya, susah kayaknya kalau diajak bergerak bareng” Saya mencoba menggali lebih dalam. “Nah ini lah yang salah”, jawabnya. “Justru harus kita dorong lebih jauh, Kombinasi pengalaman dan kepemimpinan di pekerjaan harus mampu dibawa ke rumah dengan menjadi pemimpin lingkungan. Jadi RT dan Jadi RW.” Ia meneruskan.

“Saya punya teman, dia adalah salah seorang petinggi di Garuda. Ia saya tantang untuk menjadi Ketua RT di kediamannya. Ia membawa pengalaman mengelola BUMN №1 di Indonesia ke lingkungan RTnya”. Di akhir pembukaannya tersebut dia menutup dengan “Seorang pemimpin yang baik, baik itu dari CEO, Presiden, Menteri, Gubernur, Camat, Ketua RT tugasnya bukan menyelesaikan masalah sendirian, tapi mendelegasikan dan menyelesaikan sama-sama”.

Omong kosong? Nanti dulu. Kalau kamu adalah pendukung lawan dari Anies dan selalu menganggap Anies cuma bisa “retorika” dan “gak jelas” lebih baik berhenti baca tulisan ini. Tapi kalau kamu mau diskusi terus pengen tahu kenapa #GuePilihAniesSandi, yuk lanjutkan baca tulisan ini.

Solusi Jakarta sudah banyak Tinggal Kolaborasi

Kalau coba kita baca jurnal-jurnal yang ada di kampus-kampus di Jakarta tampaknya sudah banyak solusi untuk menyelesaikan banyak masalah di Jakarta. Banjir, Macet, Korupsi, Lapangan Pekerjaan, Pendidikan. Solusi menumpuk, yang harus dilakukan adalah kerja bareng antara pemerintah, ahli dan Masyarakat.

Anies-Sandi tidak mau menyelesaikan masalah sendiri, Anies — Sandi ingin mengajak para ahli yang punya solusi untuk Jakarta untuk duduk bersama, memberikan ide dan gagasan untuk Jakarta. Dan itu dilakukan bahkan saat kampanye. Sekali lagi saat kampanye. Program yang dirumuskan Anies-Sandi merupakan kolaborasi dari kepala para ahli dan keinginan untuk memberikan kontribusi untuk Jakarta.

Ingin tahu siapa saja ahlinya. Ini bisa lihat di profil dewan pakar Anies-Sandi.

Sudah lihat?

Ada nama siapa di situ?

Sudah pengen #GuePilihAniesSandi ?

Bambang Widjojanto, Mantan Komisioner KPK, Adnan Pandu Praja, Mantan Komisioner KPK, Dua pegiat anti korupsi ada di sana. Saya ada di KPK saat aksi #SaveKPK, waktu ikut Pak Bambang Widjojanto di Kriminalisasi. Banyak sekali yang bergerak membela saat itu, tanda orang-orang percaya bahwa pak Bambang Widjojanto adalah ujung tombak lawan korupsi. Sekarang dia berdiri di belakang Anies-Sandi. Jadi sudah tahu kan siapa yang berkomitmen lawan korupsi? Pak Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja juga #GuePilihAniesSandi

Ada juga Izzul Waro, pegiat Transportasi, Reiza Pieters. Aktivis Tolak Reklamasi, Ada Marco Kusumawijaya, Arsitek Perkotaan. Mereka sudah kontribusikan gagasan dan pikirannya. Terangkum di http://jakartamajubersama.com.

Kenapa sih mereka dukung? Dibayar? saya sih tidak yakin, karena dengan tidak mendukung Anies-Sandi. Uang yang didapat akan lebih banyak dengan diundang jadi pembicara di sana dan di sini. Mereka diajak kontribusi untuk Jakarta. Mereka diajak untuk mengaplikasikan apa yang mereka pikir baik untuk Jakarta. Anies membentuk Superteam sejak awal, bukan mau jadi superman. Anies melihat Jakarta dengan serius, bukan cuma kontestasi politik atau media promosi anak sendiri.

Saat menjabat di Kemdikbud, Anies ajak gerakan Anti Korupsi lewat Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transparansi Pendidikan. Kementrian Pendidikan dalam program Sekolah Garis Depan juga mengadakan Sayembara bersama Ikatan Arsitek Indonesia. Padahal kalau dikerjakan sendiri tentunya bisa. Namun kesempatan kontribusi harus dibuka lebar, oleh karenanya Sayembara itu dilakukan. Itu baru dua contoh dari banyak lainya, Jadi sudah jelas kan? Mengajak semua orang terlibat? Sudah tahu mau milih siapa? Sudah #GuePilihAniesSandi ? Kalau belum saya kasih satu lagi.

Ketegasan tanpa harus memukul

Anies Baswedan tidak tegas, gimana mau mimpin Jakarta. Jakarta itu harus dipimpin sama orang yang tegas dan berani lawan mafia. Jakarta memang butuh pemimpin yang berani, berani lawan mafia anggaran, berani melawan koruptor.

Ada yang pernah denger tentang Neraca Pendidikan Daerah yang diinisiasi oleh Anies saat jadi menteri? Kalau belum pernah lihat boleh cek di http://npd.data.kemdikbud.go.id. Buat apa sih itu? Neraca Pendidikan Daerah itu supaya kita tahu berapa alokasi APBD daerah untuk pendidikan yang dibandingkan dengan kontribusi APBN. Contoh APBD provinsi yang tertinggi untuk pendidikan itu dimiliki sama DKI Jakarta dengan 22,3% dan tetangganya Jawa Barat hanya 2,9%.

Pernah dengar tentang Isu Kelebihan Tunjangan Profesi Guru sebesar 23 T? coba klik http://jakartamajubersama.com/meluruskan-isu-anggaran-tunjangan-profesi-guru-kelebihan-rp23t. Cerita singkatnya adalah Anggaran TPG itu diajukan sama Pemerintah Daerah. Nah semenjak Anies Baswedan jadi gubernur database guru dibenahi dan diselesaikan. Akhirnya disisirlah data guru dari 2015 dan 2016, Ketahuan ada kelebihan dana Tunjangan Profesi Guru sebesar 23 T. Kelebihannya dari mana? Ternyata daerah masih mencantumkan guru yang sudah meninggal atau mutasi, sehingga ada 23 T yang tidak seharusnya. Bisa saja sih bicara lantang bahwa Pemerintah Daerah berusaha menggelapkan uang. Tapi jalan yang diambil itu Kemdikbud mengirim surat ke Kemenkeu. Pokoknya yang penting uang negara selamat, tidak perlu habis tenaga, ramai di media.

Ketegasannya yang terakhir adalah dengan memberhentikan MOS. Iya Masa Orientasi Siswa yang jadi momok itu dihentikan oleh Anies dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah yang harus berada dibawah supervisi guru. E-Purchasing BOS, sehingga mafia BOS di daerah tidak bisa mencuri uang BOS.

Masih banyak cara yang diambil oleh Anies Baswedan dalam mengatasi mafia dan orang-orang yang punya niat tidak baik. Tentunya ada yang harus dihadapi terbuka, ada yang harus dihadapi dalam diam agar tidak ada pihak yang tersakiti. Dan buat yang mau tahu lebih banyak tentang kinerja Anies Baswedan ketika jadi Mendikbud sampai dicukupkan oleh Presiden bisa klik di http://jakartamajubersama.com/apa-kinerja-anies-baswedan-sebagai-mendikbud-dalam-2-tahun

Jadi #GuePilihAniesSandi kalo lo?

Tulisan ini dimuat juga di medium https://medium.com/@AnggaPutraF/guepilihaniessandi-bcd693674a5 pada Dec 27, 2016 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *