Jangan membenarkan pelanggaran perusahaan terhadap PPKM

Ngetwit tentang ini ahh. Cuma mau memastikan bahwa mereka yang nyerang gub itu bukan karena ngebelain perusahaan yang bekerja tidak taat prokes dan mempekerjakan ibu hamil saat PPKM darurat.

Oh iya sebenarnya biarin aja sih, apalagi Denni Siregar udah ngetwit, Ade Armando udah ngetwit. Kalau dua orang itu udah ngetwit tandanya apa yang dilakukan oleh gub itu sudah benar. hehehehe..

Jadi kemarin itu ada laporan bahwa ada perusahaan pelanggar ketentuan PPKM darurat dan bukan sektor esensial dan kritikal. Pemprov dateng ke lokasi spesifik, lantai 43 di gedung sahid sudirman centra. gak mungkin dong lagi jalan-jalan biasa.

Di lantai 43 ada beberapa perusahaan. Salah satunya adalah yang dilaporkan, yakni Perusahaan agen properti yang bukan bagian dari sektor esensial dan kritikal namun tetap beroperasi. Ini sudah pasti salah dan harus ditutup.

Nah..nah..nah.. setelah ke agen properti, mampir dong ke perusahaan di lantai lain yang masih beroperasi di lantai tersebut. Lalu saat Kasatpol PP masuk duluan, ternyata ditemukan kapasitas ruangan lebih dari 50%, daaannnn ada ibu hamil yang masih bekerja di masa PPKM darurat.

masa sih ditemukan duluan? bukannya malah salah. Nih diposting di instagram satpol pp, Pak kasat masuk duluan lalu lapor ke gub yang lagi ada disebelah

Jadi pelanggarannya adalah karena perusahaan keuangan itu beroperasi dengan kapasitas ruangan lebih dari 50%. ini kayaknya prokes dari sejak awal dulu, prokes itu kapasitas ruangan tidak boleh lebih dari 50%.

Ngitungnya dari ruangan ya bukan lantai. Kalau perusahaan punya 3 lantai kapasitas total 150 orang, lantai 1 30 org, lantai 2 50 org, lantai 3 70 org. ya kalau lantai 1 isinya 20 orang, ya pelanggaran prokes dong.. bukan dari total keseluruhan. gitu.. hehehe

Dan yang paling bikin sebel itu ada ibu hamil yang harus kerja. Ya perusahaan ngeles kalau lagi urus cuti hamil. tapi kan pengumuman udah dari kamis kemarin, gosipnya udah dari awal minggu. transisinya kan bisa diurus online. masa harus dateng ke kantor dan kerja di meja

Kurang sedih apa kita baca di TL bahwa banyak pasien ibu hamil yang kesulitan cari ruangan untuk melahirkan karena positip, ibu dan anak yang terpisahkan karena perburukan sehingga tidak sempat ketemu atau ibu dan anaknya yang gak bisa diselamatkan sama sekali.

Menurut saya sih, kesel sama gubernur boleh. Bilang itu pencitraan itu boleh aja. tapi yang gak boleh itu karena benci sama gubernurnya lalu ngebela perusahaan yang tidak taat prokes dan membiarkan ibu hamil tetap bekerja di perusahaan .

Perusahaan ngelakuin PR Handling ya biarin aja, itu kan caranya dia. tapi kalau PR handling ngerahin pasukan medsos kayak DS dan AA. ya jangan sampe itu malah menghilangkan kesalahan perusahaan pelanggar PPKM dan Pelanggar Prokes.. Sekian

Originally tweeted by Angga PF (@AnggaPutraF) on July 7, 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: