Qurban Anies Baswedan dan Rendang Kampung Akuarium

Warga Kampung Akuarium mengontak salah satu rekan saya di kantor Gubernur DKI Jakarta, Ia menyamlaikan bahwa akan mengirimkan rendang ke Balaikota. Seperti biasanya, Ada harapan bahwa rendang tersebut bisa dinikmati oleh Gubernurnya langsung, cuma daripada merepotkan yang penting rendangnya dikirim ke kantor Gubernur dan dinikmati oleh Orangnya Gubernur.

Tak tega membiarkan mereka ke Balaikota demi mengantar rendang, teman saya memesan ojol untuk menjemput rendang tersebut ke Kampung Akuarium. Dalam situasi PPKM Darurat, khawatir warga sukit menembus penyekatan.

Rendang spesial tersebut adalah hasil olahan daging sapi Gubernur ke Kampung Akuarium. Tiap Hari Raya Iedul Adha, Pak Gub memang rutin mengirimkan hewan qurban ke Kampung Akuarium. Pada Iedul Adha 1442H ini, warga mengolah sebagian daging qurban tersebut menjadi rendang. Biar awet! Seawet hubungan warga Kampung Akuarium dengan Gubernurnya.

Keesokan hari, saat sarapan, mereka mendapatkan kiriman foto Pak Gub sedang menikmati rendang spesial tersebut. Rendang itu ternyata sampai langsung ke Gubernur. Tanpa ragu, Pak Gub menikmati hasil olahan warga kampung. Sebuah penghargaan luar biasa bagi warga Akuarium.

Memang ada yang spesial antara Kampung Akuarium dan Anies Baswedan. Kampung kecil di Jakarta Utara yang harus mengalami penggusuran paksa bertemu dengan orang yang punya narasi keadilan dan keberpihakan. Menguatkan yang lemah serta memastikan yang kuat tetap pada jalur yang seharusnya tanpa hambatan. Ada sebuah pesan emosional dalam hantaran rendang ini. Sebuah masakan yang dibuat secara telaten dalam waktu lama, ada peluh keringat yang menetes dalam setiap adukan santan menjadi kaliyo hingga tuntang sebagai rendang. Sebuah gambaran proses pembangunan kembali kampung yang luluh lantak akibat arogansi.

Kampung Akuarium kini sedang dibangung kembali, tahap pertama akan selesai di agustus 2021 ini. Pembangunan yang dihasilkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Para birokrat yang tidak ragu mendengarkan warga, pada warga yang ikut menyumbang saran atas hunian di masa depan. Yang tidak kalah penting adalah nanti warga yang akan berdaya mengelola bukan hanya sebagai penghuni biasa.

Gubernur Anies Baswedan punya sebuah gagasan penting. Ia ingin memperkuat peran warga, bahwa warga juga bisa mengelola hunian. Biasanya Rusunawa dibangun dan dikelola unit yang anggotanya ASN. Kali ini, Gubernur merasa bahwa warga juga bisa dan Kampung Akuarium akan dikelola oleh koperasi bentukan warga.

Koperasi, sebuah model ekonomi yang dirintis oleh Bung Hatta dan diharapkan jadi soko guru ekonomi Indonesia. Pak Gub berusaha mewujudkan cita-cita tersebut. Sejak merintis Indonesia Mengajar sampai sekarang, menuntas janji kemerdekaan adalah sebuah misi besar beliau, mewujudkan keadilan sosial lewat peta jalan pendiri bangsa.

Kembali tentang rendang tadi, kiriman daging qurban dan rendang di atas adalah gambaran betapa hubungan warga Kampung Akuarium dengan Anies Baswedan adalah hubungan cinta warga pada pemimpinnya dan pemimpin pada warganya. Ikatannya menembus sekat-sekat birokrasi dan status, ekspresinya tak satu arah melainkan saling resiprokal.

Bagi Anies Baswedan, Kampung Akuarium adalah bagian dari representasi narasinya tentang keadilan sosial. Bagian dari membangun manusia, bukan hanya membangun infrastruktur. Ia juga meletakan pondasi penting, bahwa pemerintah harus ambil peran dalam menyediakan hunian. Rusunawa adalah salah satu jalan yang tetap diteruskan, tapi membangun kembali kampung dan kerjasama mengelola bersama warga adalah jalan baru. Ketika ada permasalahan agraria, tidak hanya ada satu pilihan, Gusur, tapi ada tentang berbagi lahan dan berbagi pengelolaan. Jangan sampai dalam melihat agraria, pemerintah hanya menjadi palu dan melihat semua sebagai paku.

Selamat Idul Adha warga kampung akuarium dan Gubernur Anies Baswedan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: